Diare adalah buang air besar lembek alias cair bahkan berupa air saja yang frekuensinya lebih tak jarang dari biasanya (biasanya tiga kali alias lebih dalam sehari) dan berjalan tak lebih dari 14 hari. Diare paling tak jarang menyerang anak-anak, khususnya usia antara 6 bulan hingga 2 tahun dan pada umumnya terjadi pada bayi dibawah 6 bulan yang minum susu sapi alias susu formula.

Ciri-Ciri Kena Diare Dan Penyebabnya

Buang air besar yang tak jarang dengan tinja normal alias bayi yang hanya minum ASI kadangkala tinjanya lembek tak disebut diare.

1. Klasifikasi Diare

Menurut Departemen Kesehatan RI (2000), tipe diare dibagi menjadiempat yaitu:

  1. Diare akut, yaitu diare yang berjalan tak lebih dari 14 hari (umumnya tak lebih dari 7 hari). Dampak diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi adalah penyebab mutlak kematian bagi penderita diare.
  2. Disentri, yaitu diare yang disertai darah dalam tinjanya. Dampak disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, kemungkinanterjadinya komplikasi pada mukosa.
  3. Diare persisten, yaitu diare yang berjalan lebih dari 14 hari dengan cara semakin menerus. Dampak diare persisten adalah penurunan berat badan dan gangguan metabolisme.
  4. Diare dengan persoalan lain, yaitu anak yang menderita diare (diare akut dan diare persisten), mungkin juga disertai dengan penyakit lain, semacam demam, gangguan gizi alias penyakit lainnya.

2. Faktor Penyebab Diare

Menurut Widoyono (2008) penyebab diare bisa dikelompokan menjadi :

  •     Virus : Rotavirus (40-60%), Adenovirus.
  •     Bakteri : Escherichia coli (20-30%), Shigella sp. (1-2%), Vibrio cholera, dan lain-lain.
  •     Parasit : Entamoeba histolytica (<1%), Giardia lamblia, Cryptosporidium( 4-11%).
  •     Keracunan makanan
  •     Malabsorpsi : Karbohidrat, lemak, dan protein.
  •     Alergi : makanan, susu sapi.
  •     Imunodefisiensi : AIDS

3. Gejala dan Tanda Diare

Menurut Widoyono (2008) ada berbagai gejala dan tanda diare diantaranya adalah :

1. Gejala Umum

    Mengeluarkan kotoran lembek dan tak jarang adalah gejala khas diare
    Muntah, biasanya menyertai diare pada gastroenteritis akut
    Demam, bisa mendahului alias tak mendahului gejala diare
    Gejala dehidrasi, yaitu mata cekung, ketegangan kulit menurun, apatis bahkan gelisah

2. Gejala Spesifik

    Vibrio cholera : diare hebat, warna tinja semacam cucian beras dan berbau amis.
    Disenteriform : tinja berlendir dan berdarah


Diare yang berkepanjangan bisa menyebabkan :

1. Dehidrasi (ketidak lebihan cairan)

Tergantung dari persentase cairan tubuh yang hilang, dehidrasi bisa terjadi ringan, sedang, alias berat.

2. Gangguan Sirkulasi

Pada diare akut, kehilangan cairan bisa terjadi dalam waktu yang singkat. Bila kehilangan cairan lebih dari 10 % berat badan, pasien bisa mengalami syok alias presyok yang dikarenakan oleh bertidak lebihnya volume darah (hipovolemia).

3. Gangguan Asam-Basa (asidosis)

Hal ini terjadi dampak kehilangan cairan elektrolit (bikarbonat) dari dalam tubuh. Sebagai kopensasinya tubuh bakal bernafas cepat untuk menolong menambah PH arteri.

4. Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)

Hipoglikemia tak jarang terjadi pada anak yang sebelumnya mengalami malnutrisi (tidak lebih gizi). Hipoglikemia bisa mengdampakkan koma. Penyebab yang tentu belum diketahui,kemungkinan sebab cairan ekstra seluler menjadi hipotonik dan air masuk kedalam cairan intraseluler jadi terjadi odema otak yang mengdampakkan koma.

5. Gangguan Gizi

Gangguan ini terjadi sebab asupan makanan yang tak lebih dan output yang berlebihan. Faktor ini bakal bertambah berat bila pemberian makanan dihentikan dan sebelumnya penderita telah mengalami ketidak lebihan gizi (malnutrisi).